Cara Mencairkan BPJS Kesehatan

Cara mencairkan bpjs kesehatan

BPJS Kesehatan yang sebelumnya bernama Jamsostek merupakan program sejenis asuransi kesehatan dari pemerintah yang memungkinkan kita sebagai peserta mendapat jaminan kesehatan dengan biaya lebih terjangkau.

Berbeda dengan asuransi kesehatan swasta yang mengharuskan kita membayar premi hingga ratusan ribu rupiah per bulan, iuran untuk BPJS Kesehatan tergolong sangat murah dan terjangkau.

Terutama untuk pekerja, sebagian besar iuran tersebut ditanggung oleh perusahaan, sementara untuk fakir miskin dan veteran, iuran BPJS dibayar secara penuh oleh pemerintah.

Sedangkan untuk pekerja non formal seperti pedagang, nelayan, pengangguran, atau freelancer, iuran BPJS tergolong cukup terjangkau karena mereka hanya perlu membayar iuran minimal sebesar Rp 25.500 rupiah per bulan untuk perawatan kelas III di rumah sakit.

Ketika seseorang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, maka ada hak dan kewajiban yang kita dapatkan.

Haknya yaitu mendapat jaminan kesehatan sesuai dengan kelas yang diikuti atau bahasa sederhanya adalah jika Anda sakit, Anda berhak mendapatkan perawatan di rumah sakit secara gratis sesuai dengan prosedur klaim dan ketentuan yang berlaku. Sedangkan kewajibannya adalah membayar iuran atau premi setiap bulan.

BPJS Kesehatan dibuat untuk menjamin masyarakat Indonesia mendapatkan jaminan kesehatan yang layak. Setiap peserta bisa memilih jenis kepesertaan sesuai dengan kemampuan.

Seseorang yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan akan tetap terdaftar. Berhentinya keanggotaan terjadi jika peserta telah meninggal dunia atau pindah kewarganegaraan.

Oleh karena itu jika hal ini terjadi, tentu pihak keluarga harus tahu cara menonaktifkan BPJS Kesehatan untuk orang yang sudah meninggal.

Jadi, apakah dana BPJS Kesehatan yang kita bayar bisa dicairkan?

Dengan kewajiban membayar iuran bulanan, artinya setiap peserta berhak mendapat jaminan kesehatan. Baik sakit maupun tidak, kepesertaan tetap berlaku.

Mungkin bagi sebagian orang membayar iuran setiap bulan adalah cukup memberatkan sehingga muncul pertanyaan apakah uang yang telah kita bayarkan tersebut bisa di cairkan, jawabannya adalah tidak.

Sama seperti cara kerja asuransi pada umumnya, uang atau premi yang telah kita bayarkan setiap bulan tidak bisa dicairkan. Di samping BPJS Kesehatan juga tidak memiliki fasilitas asuransi jiwa yang memungkinkan peserta yang telah meninggal dunia ahli warisnya akan menerima dana santunan asuransi kematian.

Baca juga: Persyaratan dan Cara Beli Kacamata Pakai BPJS Kesehatan

Mekanisme BPJS Kesehatan adalah gotong royong, artinya iuran yang tidak terpakai atau tidak diklaim akan digunakan sebagai subsidi silang untuk membantu peserta lainnya yang sakit.

Tentunya bukan berarti hal ini merugikan. Karena dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan maka apabila kita sakit, biaya pengobatan akan ditanggung. Bahkan apabila biaya pengobatan cukup tinggi sekalipun, BPJS Kesehatan akan tetap menanggungnya.

Artinya, tidak ada yang dirugikan dalam mekanisme kerja BPJS Kesehatan. Semuanya sama-sama saling mendukung dengan sistem gotong royong.

Perbedaan Antara BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan

Jadi, sudah jelas bahwa apakah BPJS Kesehatan bisa dicairkan jawabannya adalah tidak. Hal ini berbeda dengan BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan jaminan sosial ekonomi kepada peserta yang merupakan tenaga kerja.

Peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapatkan jaminan sosial ekonomi seperti jaminan pensiun, jaminan hari tua, hingga jaminan kematian. Uang yang telah kita bayar selama kita bekerja ini bisa diambil atau dicairkan sewaktu-waktu sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dalam BPJS Kesehatan, yang diberikan adalah jaminan kesehatan. Artinya, BPJS tidak akan mengembalikan iuran kepesertaan yang sudah kita bayarkan.

Jenis Pengobatan dan Penyakit Yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Salah satu kelebihan BPJS kesehatan jika dibandingkan asuransi kesehatan swasta adalah tidak ada batasan jenis penyakit yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ya, tidak peduli jenis penyakit dan berapa besar biaya pengobatan, pihak BPJS Kesehatan tetap akan menanggungnya.

Semua penyakit baik penyakit bawaan atau bahkan penyakit baru juga akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Tidak ada diskriminasi, selain itu tidak ada yang namanya medical check up untuk mendaftarkan kepesertaan BPJS Kesehatan. Calon peserta hanya cukup mengisi formulir dan melengkapi persyaratan kemudian membayar.

Lebih jauh lagi, sepanjang Januari hingga Agustus 2018 BPJS Kesehatan terus mengalami defisit keuangan hingga 16,5 triliun rupiah. Salah satu penyebabnya adalah karena BPJS Kesehatan juga turut menanggung insiden penyakit kronis yang diderita masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, masih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan BPJS Kesehatan untuk urusan pengobatan. Berikut ini jenis penyakit kronis yang banyak menjadi beban BPJS Kesehatan periode tahun 2018 lalu:

  • Stroke
  • Kanker
  • Jantung
  • Thalassemia
  • Leukemia
  • Haemophilia
  • Gagal ginjal
  • Hepatitis

Mengingat angka insiden penyakit kronis yang diderita masyarakat Indonesia cukup tinggi, maka dengan mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan adalah langkah yang tepat.

Memang membayar BPJS Kesehatan setiap bulan sedikit memberatkan bagi sebagian orang, namun juga tidak ada orang yang mengharapkan sakit sehingga sedia payung sebelum hujan adalah lebih baik. Di samping itu tidak lupa agar selalu menjaga kesehatan dengan menjalani gaya hidup sehat dan berolahraga.

Karena ada beberapa penyakit yang dikecualikan dari jaminan BPJS Kesehatan seperti penyakit hepatitis yang disebabkan karena penggunaan jarum suntik narkoba. Dan kerusakan ginjal akibat terlalu banyak dan rutin mengonsumsi minuman keras.