7 Fakta Nutrisi Tempe Untuk Menambah Berat Badan

Kandungan nutrisi pada tempe

Tempe merupakan hasil produk dari kacang kedelai yang di fermentasi dan menjadi salah satu makanan asal Indonesia yang berhasil mendunia karena kandungannya yang kaya akan nutrisi.

Ia juga memiliki sumber protein yang tinggi sehingga sangat baik untuk Anda yang ingin menambah berat badan secara alami dan sehat.

Dalam satu gelas atau sekitar 166 gram tempe mengandung sekitar 319 kalori dan banyak nutrisi lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan.

Lalu apa sajakah kandungan nutrisi yang ada pada tempe? Berikut 7 fakta kandungan nutrisi pada tempe untuk menambah berat badan.

1. Fakta Nutrisi Pada Tempe

Berikut kandungan nutrisi berdasarkan penelitian oleh departemen pertanian Amerika Serikat atau USDA dalam 100 gram atau 1 ons tempe.

  1. Kalori: 192
  2. Lemak: 10,8 gram
  3. Protein: 20,3 gram
  4. Karbohidrat: 7,64 gram
  5. Sodium: 9 mg
  6. Serat: 0 gram
  7. Gula: 0 gram

2. Kandungan Karbohidrat Dalam Tempe

Dalam 100 gram tempe mengandung sekitar 7 gram karbohidrat, tetapi ini juga dapat bervariasi apakah ada tidaknya campuran bahan lain di dalam tempe yang juga bisa mepengaruhi kandungan serat.

Baca juga: 16 Cara Menambah Berat Badan Dengan Cepat dan Alami

Tempe juga tinggi lemak dan protein, yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan membantu Anda merasa kenyang lebih lama sehingga bisa cocok untuk menurunkan ataupun menambah berat badan.

3. Kandungan Lemak Dalam Tempe

Tempe mengandung banyak lemak nabati yang sehat dan kuat. Dalam satu potongan tempe memiliki 18 gram lemak total, yang sebagian besar berasal dari sumber lemak mono sehat dan tak jenuh ganda. Ada sekitar 365 miligram lemak omega-3 dan hampir 6.000 miligram lemak omega-6.

Karena kita dianjurkan untuk makan banyak lemak tak jenuh setiap hari, sehingga tidak ada alasan untuk menghindari makanan asli Indonesia ini. Mengkonsumsi lemak sehat jenis ini pada setiap waktu makan dapat mencegah kelaparan dan seiring waktu dapat membantu menurunkan kolesterol LDL jahat.

4. Kandungan Protein Dalam Tempe

Salah satu hal yang paling menarik tentang tempe adalah kandungan protein yang cukup tinggi. Bagian tempe yang sama sebanyak 1 ons mengandung 34 gram protein pencegah rasa lapar.

Biasanya dalam protein nabati kekurangan satu atau lebih dari 9 asam amino esensial atau juga disebut sebagai blok pembangun protein. Namun produk kedelai seperti tempe berbeda untuk aturan tersebut karena mengandung beragam asam amino esensial.

Daftar asam amino esensial pada tempe ini sangat bermanfaat untuk membangun massa otot, termasuk leusin, isoleusin, dan valin.

Makan tempe secara teratur sebagai pengganti daging dapat membantu mereka yang menjalani diet vegetarian atau vegan untuk memenuhi kebutuhan protein mereka dengan lebih murah.

Dengan kandungan protein yang tinggi, tempe adalah pilihan yang sangat baik dan murah untuk setelah latihan untuk membantu otot yang lelah pulih setelah berolahraga.

5. Kandungan Gizi Mikro Pada Tempe

Tempe juga penuh dengan beberapa vitamin dan mineral penting. Ini adalah sumber vitamin B yang sangat baik seperti riboflavin dan niasin yang membantu produksi energi dan sel darah merah yang sehat.

Ia juga merupakan sumber vitamin B6 dan folat yang baik, yang keduanya memainkan peran penting dalam kesehatan neurologis. Ada juga daftar mineral yang bagus di dalam tempe termasuk banyak kalsium dan magnesium untuk gigi dan tulang yang kuat, serta potasium untuk otot yang sehat.

Ini juga mengandung seng, tembaga, dan 2,2 mg mangan (lebih dari 100% dari kebutuhan harian 1,8 mg untuk wanita, dan hampir 100% dari kebutuhan 2,3 mg untuk pria). Salah satu hal yang paling mengejutkan lainnya tentang tempe adalah kandungan zat besi.

Dalam satu sajian tempe mengandung 20 persen zat besi harian Anda, yang sebanding dengan zat besi dalam tenderloin pada daging sapi seberat 3 ons. Jadi makanlah tempe secara rutin jika Anda menjalani diet vegetarian atau vegan dan membutuhkan lebih banyak zat besi.

6. Manfaat Tempe Untuk Kesehatan

Mengkonsumsi tempe sebagai bagian dari diet seimbang dapat membantu meningkatkan asupan nutrisi penting seperti protein dan zat besi, dan juga dapat memiliki manfaat kesehatan tambahan. Bahkan dapat menurunkan risiko terkena beberapa penyakit kronis.

Berlawanan dengan rumor, tidak ada bukti ilmiah yang dapat diandalkan untuk mendukung bahwa mengonsumsi produk kedelai berbahaya bagi kesehatan Anda. Faktanya, ada sejumlah besar studi yang mendukung bahwa senyawa nabati yang ditemukan dalam kedelai bermanfaat bagi kesehatan.

Studi lain juga menemukan bahwa isoflavon kedelai mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada wanita dalam tahap menopause dini. Hal lain menunjukkan bahwa kandungan protein kedelai dapat membantu meningkatkan aksi insulin dalam pencegahan dan pengobatan diabetes tipe 2.

Sebuah studi baru melaporkan tentang manfaat potensial produk kedelai fermentasi secara khusus. Ada banyak temuan untuk mendukung bahwa fermentasi kedelai mungkin lebih bermanfaat daripada produk kedelai biasa, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian.

7. Efek Samping Makan Tempe

Konsumsi kedelai dan kanker payudara adalah salah satu anggapan kedelai yang paling kontroversial. Sejumlah penelitian saat ini mendukung bahwa konsumsi kedelai justru berbanding terbalik dengan pengembangan kanker payudara.

Banyak penelitian yang menemukan bahwa kedelai sebenarnya bermanfaat dalam pencegahan dan pengobatan berbagai jenis kanker. Oleh karena itu, meskipun banyak anggapan negatif efek samping kedelai, tampaknya asupan secara moderat dianggap aman. Ini berlaku untuk tempe dan juga makanan dari produk kedelai lainnya.

Selama tidak memakannya secara berlebihan tempe memiliki banyak manfaat bagi kesehatan termasuk untuk menambah berat badan.

Jadi dengan melihat kandungan nutrisi pada tempe, tempe adalah makanan alternarif yang berguna untuk membantu menambah berat badan dengan cepat dan sehat yang tentunya harus di imbangi dengan olahraga yang tepat.

Referensi:

  1. Tempeh. FoodData Central. U.S. Department of Agriculture. – https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/174272/nutrients
  2. National Institutes of Health Office of Dietary Supplements. Manganese fact sheet for health professionals. –https://ods.od.nih.gov/factsheets/Manganese-HealthProfessional/
  3. American Cancer Society. Soy and cancer risk: Our expert’s advice. – https://www.cancer.org/latest-news/soy-and-cancer-risk-our-experts-advice.html
  4. Soy isoflavones improve cardiovascular disease risk markers in women during the early menopause – https://doi.org/10.1016/j.numecd.2018.03.007
  5. Soy protein supplementation reduces clinical indices in type 2 diabetes and metabolic syndrome – http://doi.org/10.3349/ymj.2016.57.3.681
  6. An insight into the health benefits of fermented soy products – https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2018.07.158
  7. Dietary natural products for prevention and treatment of breast cancer – https://doi.org/10.3390/nu9070728
  8. Soy isoflavones in integrative oncology: Increased efficacy and decreased toxicity of cancer therapy – https://doi.org/10.1177/1534735419835310